Home / Blog / John Goodenough: Pemenang Nobel dan Pelopor Teknologi Baterai Lithium

John Goodenough: Pemenang Nobel dan Pelopor Teknologi Baterai Lithium

29 Nov, 2023

By hoppt

John Goodenough, yang menerima Hadiah Nobel pada usia 97 tahun, merupakan bukti dari ungkapan “Goodenough” – memang, dia lebih dari sekedar “cukup baik” dalam membentuk kehidupan dan nasib manusia.

Lahir pada tanggal 25 Juli 1922, di Amerika Serikat, Goodenough memiliki masa kecil yang kesepian. Ancaman perceraian yang terus-menerus antara orang tuanya dan kakak laki-lakinya yang sibuk dengan kehidupannya sendiri menyebabkan Goodenough sering kali menemukan pelipur lara dalam kesendirian, hanya ditemani anjingnya, Mack. Berjuang melawan disleksia, prestasi akademisnya tidak cemerlang. Namun, kecintaannya pada alam, yang berkembang selama pengembaraannya di hutan, menangkap kupu-kupu dan babi hutan, memupuk hasratnya untuk menjelajahi dan memahami misteri alam.

Karena kurangnya kasih sayang keibuan dan menghadapi perceraian orang tuanya selama tahun-tahun penting sekolah menengahnya, Goodenough bertekad untuk berprestasi secara akademis. Meskipun mengalami kesulitan keuangan dan harus melakukan pekerjaan paruh waktu untuk membiayai kuliahnya di Universitas Yale, ia bertahan selama tahun-tahun sarjananya, meskipun tanpa fokus akademis yang jelas.

Kehidupan Goodenough berubah ketika ia bertugas di Angkatan Udara AS selama Perang Dunia II, kemudian beralih untuk mengejar mimpinya di bidang sains di Universitas Chicago. Meskipun awalnya ada keraguan dari para profesornya karena usianya, Goodenough tidak terpengaruh. Studi doktoralnya dalam bidang fisika di Universitas Chicago dan masa jabatannya selama 24 tahun di Laboratorium Lincoln MIT, di mana ia mempelajari pergerakan lithium-ion dalam benda padat dan penelitian dasar dalam keramik benda padat, meletakkan dasar bagi pencapaiannya di masa depan.

Cukup baik selama pelayanannya
Cukup baik selama pelayanannya

Krisis minyak tahun 1973-lah yang mengubah fokus Goodenough terhadap penyimpanan energi. Pada tahun 1976, di tengah pemotongan anggaran, ia pindah ke Laboratorium Kimia Anorganik Universitas Oxford, menandai perubahan signifikan dalam karirnya pada usia 54 tahun. Di sini, ia memulai karya terobosannya pada baterai litium.

Penelitian Goodenough di akhir tahun 1970-an, saat produk elektronik menjadi populer, sangatlah penting. Ia mengembangkan baterai litium baru menggunakan litium kobalt oksida dan grafit, yang lebih kompak, berkapasitas lebih tinggi, dan lebih aman dibandingkan versi sebelumnya. Penemuan ini merevolusi teknologi baterai lithium-ion, mengurangi biaya dan meningkatkan keselamatan, meskipun ia tidak pernah mendapat keuntungan finansial dari industri bernilai miliaran dolar ini.

Pembimbing doktoral Goodenough, fisikawan Zener
Pembimbing doktoral Goodenough, fisikawan Zener

Pada tahun 1986, kembali ke AS, Goodenough melanjutkan penelitiannya di University of Texas di Austin. Pada tahun 1997, pada usia 75 tahun, ia menemukan litium besi fosfat, bahan katoda yang lebih murah dan lebih aman, yang semakin memajukan teknologi elektronik portabel. Bahkan pada usia 90 tahun, ia mengalihkan fokusnya ke baterai solid-state, memberikan contoh pembelajaran dan pengejaran seumur hidup.

Cukup baik di Universitas Oxford
Cukup baik di Universitas Oxford

Pada usia 97 tahun, ketika dia menerima Hadiah Nobel, itu bukanlah akhir bagi Goodenough. Ia terus berupaya mengembangkan baterai super untuk menyimpan energi matahari dan angin. Visinya adalah melihat dunia bebas emisi mobil, sebuah impian yang ia harap dapat terwujud dalam hidupnya.

Perjalanan hidup John Goodenough, yang ditandai dengan pembelajaran tanpa henti dan mengatasi tantangan, menunjukkan bahwa tidak ada kata terlambat untuk mencapai kesuksesan. Kisahnya berlanjut saat ia tanpa henti mengejar pengetahuan dan inovasi.

tutup_putih
menutup penjualan

Tulis pertanyaan di sini

membalas dalam waktu 6 jam, pertanyaan dipersilakan!